Home » » Makna Logo / Lambang Kabupaten Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, Blitar, Pasuruan.

Makna Logo / Lambang Kabupaten Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, Blitar, Pasuruan.

Arti Lambang atau logo
Lambang atau logo pemerintah daerah ini pasti pembuatannya didasari dengan makna atau filosofis yang dalam terhadap kodisi daerah masing-masing. Sesuai dengan geografis, sosial budaya religius dan juga menyangkut tradisi nenekmoyang. Postingan ini barang kali bisa membantu siswa-siswa SD yang mendapat tugas Kliping tentang arti lambang atau logo pemerintah daerah yang biasanya dalam bentuk gambar lambang atau logo. Barangkali ada salah posting mohon maaf karena keterbatasan wawasan saya. Semoga ini bisa bermanfaat bagi
semuanya yang sudi mampir di blog saya.

1. Lambang Kabupaten Banyuwangi

Makna Bentuk Lambang:
Daun Lambang Bentuk Perisai
Ditengah-tengah lambang berdiri tegak lurus garis berwarna putih membelah dasar lambang secara simetris menjadi dua bagian sebelah kiri warna hitam, bagian sebelah kanan warna hijau.
Dalam Lambang Kabupateng Banyuwangi
Dengan dibatasi oleh gambar padi berbutir 17 sebelah kanan dan 8 buah kapas sebelah kiri. Selat Bali dan Samudra Indonesia serta Kawah Ijen dilukiskan dengan warna biru.
Di Bagian Tengan Atas
yakni di atas Peta Kabupaten Banyuwangi terlukiskan sebuah bintang bersudut lima dengan warna kuning emas melekat pada garis tegak lurus tersebut di atas. Bintang tersebut bersinar lima.
Pita kuning
menghiasi bagian bawah dengan berisikan tulisan B A N Y U W A N G I, dengan warna merah.
PITA PUTIH SEBAGAI DASAR.
pada bagian bawah di luar daun lambang dengan berisikan tulisan "SATYA BHAKTI PRAJA MUKTI", berwarna hitam, yang menyatu garis tepi perisai.

MAKNA BAGIAN-BAGIAN LAMBANG
DAUN LAMBANG BERBENTUK PERISAI.
adalah lambang keamanan dan ketentraman serta kejujuran melambangkan dasar dan keinginan hidup rakyat Kabupaten Banyuwangi.
BINTANG DENGAN WARNA KUNING EMAS.
adalah lambang Ketuhanan Yang Maha Esa, bersudut lima dan bersinar lima dengan garis tegak berarti berdiri tegak atas dasar Pancasila yang merupakan dasar dan falsafah Negara yang senantiasa dijunjung tinggi serta selalu menyinari jiwa rakyat Kabupaten Banyuwangi. Bintang bersinar lima menyinari Peta Kabupaten Banyuwangi, padi dan kapas.
PADI DAN KAPAS.
lambang sandang pangan yang menjadi kebutuhan pokok rakyat sehari-hari, gambar padi berbutir 17 buah dan kapas 8 buah melambangkan saat-saat kramat bagi Bangsa Indonesia yaitu tanggal 17 Agustus 1945.
PETA KABUPATEN BANYUWANGI.
yang terdapat banyak sungai-sungai dilukiskan warna kuning dan hijau serta di lingkungan Selat Bali dan Samudra Indonesia melambangkan sumber kemakmuran daerah.
PITA BERISIKAN TULISAN BANYUWANGI.
menunjukkan Daerah Kabupaten Banyuwangi.
PITA DASAR DENGAN WARNA PUTIH.
berisikan tulisan SATYA BHAKTI PRAJA MUKTI menunjukkan makna selalu mengabdi kepada kebenaran demi kesejahteraan dan kebahagiaan rakyat.

2. Lambang Kabupaten Jember
Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Jember Nomor : 4 Tahun 1970 Juncto Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : Pemda 10/24/10-294, Tanggal 3 Nopember 1970. Daun Perisai, merupakan lambang keamanan dan ketentraman serta kejujuran. Warna merah melambangkan keberanian dan ketegasan dalam segala tindakan bagi Aparat Pemerintah Daerah. Warna kuning menunjukkan keluhuran, kebijaksanaan dan kemahiran dalam melaksanakan tugas kewajiban.
Bintang Berwarna Putih Bersih, melambangkan Ke-Tuhanan Yang Maha Esa, bersudut lima berarti Pancasila yang merupakan dasar dan falsafah Bangsa Indonesia. Ini merupakan cermin dari warga masyarakat Kabupaten Jember yang agamis.
Padi dan Kapas, melambangkan sandang dan pangan, dengan kata lain sebagai gambaran kesuburan yang melimpah ruah bagi daerah Kabupaten Jember. Gambar padi berjumlah 17 butir dan kapas berjumlah 8 buah, melambangkan saat-saat bersejarah bagi Bangsa Indonesia melepaskan diri dari penjajahan, yakni 17 Agustus 1945 saat negara Republik Indonesia diproklamirkan.
Segi Lima Berwarna Putih, melambangkan Pancasila yang merupakan dasar dan falsafah negara dan Bangsa Indonesia khususnya terhadap sila Ketuhanan YME yang senantiasa menjiwainya. Daun Tembakau, melambangkan bahwa Kabupaten Jember selain dikenal sebagai gudang pangan, juga dikenal sebagai daerah penghasil komoditi tembakau yang cukup terkenal dan menghasilkan devisa cukup besar bagi negara di samping komoditi perkebunan lainnya. Bangunan Gedung Pemda, yang menggambarkan bahwa Pusat pemerintahan di Kabupaten Jember dikendalikan dari gedung ini, Sesanti “CARYA DHARMA PRAJA MUKTI”mempunyai arti berkarya dan mengabdi untuk kepentingan bangsa dan negara.

3. Lambang Kabupaten Pasuruan
Berdasarkan PERDA No. II/1988 Pasal.3 tentang bentuk lambang daerah, maka lambang Kabupaten Pasuruan adalah sebagai berikut :
Perisai dengan warna hijau tua melambangkan sifat-sifat ketahanan dan ketabahan dalam mencapai kesejahteraan dan kedamaian.
Bingkai warna hitam melambangkan garis-garis kebijaksanaan.
Pita bertuliskan "KABUPATEN PASURUAN", menunjukkan 1 daerah yang dilukiskan dalam lambang daerah.
Bintang yang terletak di tengah bagian atas, berwarna kuning emas, melambangkan "Ketuhanan Yang Maha Esa" yang harus dijunjung tinggi penuh keagungan, sedangkan pancaran sinarnya yang berjumlah 5 buah mencerminkan PANCASILA.
Kubah berwarna biru muda, melambangkan tempat ibadah agama, secara khusus merupakan kehidupan spiritual masyarakat Kabupaten Pasuruan yang dilaksanakan dengan penuh ketakwaan.
Keris berwarna hitam dan kuning dengan garis tepi berwarna putih melambangkan sikap kepahlawanan.
Tebu dan Kapuk Randu melambangkan salah satu gambar penghasilan serta merupakan penunjang perekonomian yang menonjol bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Gunung, Daratan dan Laut masing-masing berwarna hijau tua, kuning tua dan biru tua, melambangkan bahwa kondisi geografis Kabupaten Pasuruan secara khusus sangat strategis dan terletak diantara ketiganya yang masing-masing mengandung potensi perekonomian yang dapat dikembangkan dan bersifat dinamis.
Pita Putih bertuliskan "Guna Karya Sarana Bhakti", merupakan motto pembangunan yang berarti kerja yang bermanfaat sebagai amal untuk berbakti.


4. Lambang Kabupaten SITUBONDO
Arti Logo
1. Bentuk Lambang Perisai berarti melambangkan pertahanan daerah dan segala marabahaya yang datang dan manapunjuga;
2. Bintang berarti syi’ar Ketuhanan YME yang melambangkan keagungan Tuhan pencipta alam semesta sebagai dasar moral umat beragama masyarakat Situbondo;
3. Gunung dan Langit Putih Menjulang Tinggi berarti melambangkan cita-cita masyarakat Situbondo dengan keteguhan iman dan kesucian hati;
4. Sawah dan Daerah Warna Kuning Emas berarti melambangkan kemakmuran daerah agraris di daerah Situbondo;
5. Laut Biru dan Perahu Layar berarti melambangkan kekayaan laut , daerah pantai, pelabuhan dan paniwisata di daerah Situbondo;
6. Batu Merah bersusun 5 berarti melambangkan kekokohan Dasar Negara Pancasila sebagai dasar moral masyarakat Situbondo dalam menuju keadilan dan kemakrnuran;
7. Butir Padi 17 buah, Kapas 8 buah, Rantai 4 buah, Roda Bergigi 5 buah berarti melambangkan semangat Prokiamasi 17 Agustus 1945 untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di daerah Situbondo;
8. Pita Putih bertuliskan Kabupaten Situbondo berarti menunjukkan bahwa lambang dalam gambar adalah Daerah Kabupaten Situbondo.
Top of Form


5. Lambang Kabupaten Bondowoso
Lambang Daerah Bondowoso terdiri atas :
  1. Perisai, melambangkan kesatuan pertahanan dari rakyat daerah , warna kuning emas melambangkan keluhuran budi.
  2. Pohon beringin , melambangkan suatu pemeritahan yang senantiasa berusaha meberikan pengayoman kepada rakyat.
  3. Atas Kepala Kereta Api (lokomotif ) mengepul dalam bentuk garis-garis hitam yang mewujudkan dua sapi beradu muka menunjukkan kebudayaan khusus serta kegemaran rakyat Bondowoso akan aduan sapi.
  4. Kepala kerbau putih berbentuk dangkal melambangkan kerbau yang menunjukkan letak kota sewaktu pembabatan kota Bondowoso.
  5. Kepala Kereta api ( Lokomotif ) melambangkan keberanian perjuangan rakyat Bondowoso, warna hitan yang tak pernah luntur melambangkan kekuatan serta ketetapan hati.
  6. Cemeti , Parang, Tasbih merupakan pegangan Kironggo yang kewibawaannya dicerdaskan atas ketekunan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  7. Jagung, seni karya, padi, daun tembakau, menunjukaknan hasil utama Kabupaten Bondowoso.
  8. Tulang daun tembakau membagi daun tembakau sebelah luar menjadi lima bagian , melambangkan dasar Negara Pancasila. Tulang daun tembakau membagi daun tembakau sebelah dalam menjadi empat bagian dan sebelah luar menjadi lima bagian melambangkan Undang-undang Dasar 1945.
  9. Gunung dan Air menunjukkan letak geografis daerah yang dikelilingi oleh gunung-gunung dengan pengairan cukup , warna biru melambangkan harapan atas kesuburan daerah .
  10. Sesanti Daerah Kabupaten Bondowoso berbunyi “SWASTI BHUWANA KRTA”
    • Swasti artinya :
      • Selamat, Bahagia lahir dan batin
      • Merdeka
      • Menyatu diri dengan Tuhan untuk mendapatkan kebahagian lahir dan batin/keselamatan dunia akhirat
    • Bhuwana Krta artinya Kemakmuran dunia / kesempurnaan dunia
    • Swasti Bhuwana Krta artinya barang siapa di dunia melakukan amal perbuatan yang baik dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa akan mendapatkan kesempurnaan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat

6. Lambang Kabupaten Blitar

Bentuk seluruhnya merupakan segi lima, Lambang Pancasila.
1. Candi penataran, Peninggalan Majapahit sebagai lambang kebudayaan yang luhur.
2. Keris Pusaka, Lambang semangat dan jiwa kepahlawanan rakyat Blitar, sejak masa dahulu hingga sekarang.
3. Sungai brantas dengan warna biru diatas dasar warna hijau dan kuning, Lambang kemakmuran, membagi daerah Blitar, menjadi 2 bagian, yang sebelah utara sungai daerah makmur dan sebelah selatan daerah kurang makmur.
4. Pangkal keris dengan bentuk gunung dengan api yang menyalanyala,Lambang kedinamisan rakyat Blitar yang tak putus asa, dan patah semangat, malahan semakin membaja, pantang mundur dalam berjuang dalam menghadapi malapetaka.
5. Pohon beringin, Lambang pengayoman pemerintahan yang diharapharapkan oleh rakyat demi keadilan.
6. Segi 5 (lima) ditengah warna biru muda, Lambang kegotongroyongan dalam suasana aman dan damai.
7. Padi kapas, Lambang sandang dan pangan kemakmuran buah kapas = 8 dan butir padi = 17 mengingatkan kita kepada cita-cita revolosi 17 – 8 – 45.
8. Pita dwiwarna dengan bintang emas bersudut lima diatas dasar, Lambang jiwa kepemimpinan yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

Oleh : Taryono Pelabuhan Canggu


0 komentar:

Post a Comment