Home » » Dakon atau Congklak Permainan Tradisional anak Indonesia

Dakon atau Congklak Permainan Tradisional anak Indonesia

Dakon atau Congklak
Dakon

Anak sekarang kiranya perlu tahu dan mengerti tentang apa itu permainan tradisional Dakon atau Congklak. 

Sebab ini adalah permainal tradisional daerah yang ada di Indonesia sejak jaman dahulu, secara turun temurun. 
Dakon
Bagi anak kecil kiranya dapat membentuk karakter sosial. Berfikir cerdas dan kritis. Karena bisa juga dakon ini merupakan strategi berdagang. Terutama dia bisa berfikir untung dan rudi dalam menjalankan permainan Dakon ini.
Masa kecil merupakan kenangan yang tak akan terlupakan, mulai dari betapa polosnya hingga permainanpemainannya.
Mulai dari engklek, enggrang, monopoli hingga dakon yang menjadi permainan tak kenal usia. Tak hanya anak-anak yang masih gemar bermain, bahkan orang dewasa pun sering bernostalgia dengan permainan ini.
Berdasarkan sejarahnya sendiri, permainan dakon ini diyakini dibawa oleh kaum Arab yang datang ke Indonesia untuk berdagang dan berdakwah. Bahkan, Murray, seorang Sarjana Arkeologi mencatat dan  menelusuri asal-usul ke Mesir kuno Kekaisaran Umur (sekitar 15 sampai abad 11 SM), dakon sudah ada di zaman tersebut. Bisa dibilang dakon ini merupakan permainan tertua.
Sebutannya sendiri pun beraneka ragam, di Jawa dengan istilah ‘dakon’, Sumatera dengan ‘congklak’ bahkan di Sulawesi dengan nama Mokaotan, Maggaleceng, Aggalacang dan Nogarata. Anda lebih mengenalnya dengan sebutan apa untuk permainan legendaris satu ini?
Masih ingat dong cara bermain dakon?
Cara bermain dakon ini cukup mudah. Sebelumnya siapkan papan dakon yang memiliki 14 lubang (pada umumnya), dengan 12 lubang dengan ukuran yang sama di posisi bersebrangan yakni enam lubang milik Anda dan enam lainnya milik musuh Anda. Bahkan tanpa papan pun Anda bisa membuat lubang-lubang tersebut di atas tanah. Kemudian dua lubang yang paling besar adalah cara menentukan siapa yang menang dan kalah, apabila lubang Anda (di sisi kanan Anda) memiliki banyak biji dakon yang biasanya terbuat dari biji sawo kecil atau sawo manila, bila lebih sedikit tentu Anda kalah.
Dakon
Selanjutnya, 12 lubang tersebut di awal harus diisi masing-masing tujuh biji dakon. Berdasarkan kesepakatan pemain dengan suit atau cara yang lain, Anda bisa memulai permainan ini. Untuk yang memulai pertama, Anda bisa memilih dari lubang mana Anda bermain, lalu mendistribusikan seluruh biji dakon ke setiap lubang. Bila berhenti di lubang sendiri, Anda bisa melanjutkan permainan dengan mengambil biji dakon yang ada di sisi kanannya dan kembali mendistribusikan. Apabila Anda berhenti di lubang sendiri yang kosong, Anda bisa mengambil seluruh biji dakon yang ada di sebrangnya alias milik musuh dan meletakkannya di dalam lubang milik Anda yang paling besar.
Selain menyenangkan, permainan ini juga membuat anak-anak lebih berpikir soal untung dan rugi. Tentu bagi Anda yang ingin anaknya ditanamkan jiwa-jiwa bisnis, bisa dengan mengajak bermain dakon. Mengajarkan anak-anak untuk kembali bermain dakon pun tak ada salahnya, meski terkesan tradisional, tak kalah menyenangkan apabila Anda pun bisa membawakan dan menemani bermain dengan seru.
Oleh : Taryono Pelabuhan Canggu

0 komentar:

Post a Comment